Mahasiswa semester 6 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan praktikum ”Restorasi Naskah Kuno” pada 21 Mei 2026 di Auditorium Utara Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih mahasiswa dalam merestorasi dan merawat naskah kuno agar tetap terjaga kondisinya. Sekitar 70 hingga 80 mahasiswa dibagi menjadi delapan kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Setiap kelompok melakukan proses restorasi menggunakan potongan washi yang ukurannya disesuaikan dengan naskah yang mengalami kerusakan.
Sebelum dimulai, mahasiswa diminta menyiapkan washi, sarung tangan, serta naskah yang akan direstorasi dan beberapa alat-alat lainnya. Washi dipotong menjadi tiga bagian dan digunakan sebagai alas untuk merekatkan dengan lem saat proses pengerjaan. Washi memiliki dua permukaan, yaitu kasar dan lembut. Permukaan kasar diletakkan di bagian bawah (bagian yang menempel dengan kertas).
Tahap selanjutnya yaitu pelapisan menggunakan bahan perekat CMC (Carboxymethyl Cellulose). Pelapisan dilakukan secara tipis dan merata agar tidak merusak tekstur naskah. Proses pengerjaan harus dilakukan dengan cepat namun tetap hati-hati agar hasil restorasi rapi dan tidak merusak bagian lain dari naskah. Setelah proses pelapisan selesai, naskah diangkat menggunakan spatula agar tidak sobek saat dipindahkan. Kemudian, naskah digantung dan dijepit untuk proses pengeringan.
Dalam praktik preservasi ini juga dijelaskan beberapa penyebab kerusakan naskah, seperti jamur, terkena air, serta lembaran kertas yang melekat satu sama lain. Untuk menangani kertas yang melekat satu sama lain, digunakan alkohol 96% pro analysis yang biasa dipakai khusus di laboratorium. Alkohol dioleskan pada bagian kertas yang lengket menggunakan kuas, kemudian lembaran kertas dipisahkan secara perlahan menggunakan pinset. Dengan adanya praktikum Restorasi, mahasiswa mempelajari bagaimana cara merawat naskah kuno, serta memahami betapa pentingnya menyimpan naskah-naskah tersebut untuk menjaga pengetahuan, bahasa, dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Jika ingin mendalami ilmu preservasi setidaknya kita juga membutuhkan lintas bidang seperti kebahasaan, sejarah, dll untuk memahami isi di dalam naskah tersebut.





