{"id":4265,"date":"2026-04-16T12:38:53","date_gmt":"2026-04-16T05:38:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/?p=4265"},"modified":"2026-04-16T12:40:57","modified_gmt":"2026-04-16T05:40:57","slug":"otomasi-perpustakaan-dan-perpustakaan-digital-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/otomasi-perpustakaan-dan-perpustakaan-digital-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Otomasi Perpustakaan dan Perpustakaan Digital di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>1. Otomasi Perpustakaan: Si &#8220;Asisten Pintar&#8221; Pengelola<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Otomasi perpustakaan bukan berarti bukunya berubah jadi robot, melainkan <strong>digitalisasi sistem manajemennya<\/strong>. Fokusnya adalah mempermudah pekerjaan administratif agar lebih cepat dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa saja yang diotomasi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pengadaan &amp; Katalog:<\/strong> Input data buku baru ke sistem.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sirkulasi:<\/strong> Proses pinjam-kembali buku yang biasanya tinggal <em>scan<\/em> barcode.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>OPAC (Online Public Access Catalog):<\/strong> Mesin pencari di komputer perpustakaan untuk mengecek apakah buku yang kamu cari tersedia atau sedang dipinjam.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Aplikasi di Indonesia:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>SLiMS (Senayan Library Management System):<\/strong> Ini adalah &#8220;primadona&#8221; dari Indonesia. Perangkat lunak <em>open-source<\/em> buatan anak bangsa ini sudah digunakan oleh ribuan perpustakaan sekolah, kampus, hingga instansi pemerintah di Indonesia bahkan luar negeri.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>InlisLite:<\/strong> Aplikasi yang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) untuk membantu perpustakaan daerah di seluruh Indonesia mengelola koleksi mereka secara standar.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>2. Perpustakaan Digital: Perpustakaan Tanpa Dinding<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan otomasi yang mengelola fisik buku, <strong>Perpustakaan Digital<\/strong> adalah tempat di mana koleksinya sendiri berbentuk digital (e-book, e-journal, audio, atau video). Kamu tidak perlu datang ke gedung fisik untuk membaca.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ciri Khasnya:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Bisa diakses 24\/7 dari mana saja.<\/li>\n\n\n\n<li>Satu dokumen bisa dibaca oleh banyak orang sekaligus (tergantung lisensi).<\/li>\n\n\n\n<li>Hemat ruang karena tidak butuh rak fisik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Aplikasi di Indonesia:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>iPusnas:<\/strong> Aplikasi milik Perpusnas ini sangat populer. Kamu bisa meminjam e-book secara gratis layaknya di perpustakaan fisik, lengkap dengan fitur media sosial untuk saling berinteraksi antar pembaca.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>iJakarta \/ iJogja:<\/strong> Banyak pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pengembang (seperti Aksaramaya) untuk membuat perpustakaan digital khusus warga daerahnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Otomasi Perpustakaan: Si &#8220;Asisten Pintar&#8221; Pengelola Otomasi perpustakaan bukan berarti bukunya berubah jadi robot, melainkan digitalisasi sistem manajemennya. Fokusnya adalah mempermudah pekerjaan administratif agar lebih cepat dan akurat. Apa saja yang diotomasi? Contoh Aplikasi di Indonesia: 2. Perpustakaan Digital: Perpustakaan Tanpa Dinding Berbeda dengan otomasi yang mengelola fisik buku, Perpustakaan Digital adalah tempat di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4266,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lain-lain"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4265"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4268,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4265\/revisions\/4268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4266"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lis.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}