Pacitan – Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dedy Dwi Putra, M.Hum., menyerahkan secara simbolis buku karyanya bersama tim kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan di sela kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan.
Buku yang diserahkan berjudul Rumah, Ingatan, dan Kehidupan: Sejarah dan Pengetahuan dalam Rumah Tradisional Jawa Selatan. Karya tersebut mengangkat rumah tradisional Jawa Selatan tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ruang penyimpan memori kolektif, nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, serta sejarah kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Penyerahan buku ini merupakan wujud kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan koleksi perpustakaan daerah sekaligus memperkaya khazanah literatur mengenai sejarah, budaya, dan pengetahuan lokal. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi masyarakat, peneliti, mahasiswa, maupun pegiat literasi yang memiliki perhatian terhadap kajian budaya dan kearifan lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan. Menurutnya, hadirnya karya ini menjadi salah satu bagian dalam upaya memperkuat ekosistem literasi informasi melalui penyediaan buku bacaan, terlebih relevan dengan nilai-nilai budaya masyarakat di Pacitan.
Sementara itu, Dedy Dwi Putra menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari ketertarikannya untuk mendokumentasikan pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Ia berharap karya ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Selatan sekaligus mendorong lahirnya kajian-kajian baru mengenai hubungan antara ruang, sejarah, dan ingatan kolektif masyarakat.
Penyerahan buku ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi berbasis pengetahuan lokal. Melalui kolaborasi semacam ini, diharapkan semakin banyak karya akademik yang tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.





