Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat tata kelola arsip digital kembali diwujudkan melalui partisipasi pada Workshop Tata Kelola Arsip Digital Perguruan Tinggi Berbasis Media yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Pada kegiatan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diwakili oleh Nita Siti Mudawamah, Ketua Program Studi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi, bersama Layli Shinta Nurdiana, Arsiparis Ahli Muda. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya institusi dalam mengikuti perkembangan kebijakan sekaligus praktik terbaik pengelolaan arsip digital di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop ini mempertemukan akademisi, arsiparis, praktisi media, organisasi profesi, serta pemangku kebijakan untuk mendiskusikan tantangan dan strategi pengelolaan arsip digital pada era transformasi digital. Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun sistem kearsipan yang tidak hanya mampu menyimpan dokumen secara elektronik, tetapi juga menjamin autentisitas, keamanan, kemudahan akses, dan keberlanjutan informasi sebagai aset strategis perguruan tinggi.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Abdul Malik Ibrahim, S.Sos., M.I.Kom., Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur, yang mengangkat tema “Tata Kelola Arsip Digital dari Sudut Pandang Media”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa arsip bukan sekadar penyimpanan dokumen lama, melainkan memori institusi yang memiliki nilai historis dan menjadi sumber rujukan yang autentik. Pengelolaan arsip digital yang baik memungkinkan informasi tetap mudah ditemukan, terjaga keasliannya, serta dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan di masa depan.
Sementara itu, materi mengenai tata kelola arsip digital di perguruan tinggi menegaskan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan tata kelola yang kuat. Narasumber menekankan pentingnya menjaga struktur, konten, dan konteks arsip digital sebagai fondasi autentisitas dokumen elektronik. Selain didukung oleh kebijakan dan regulasi yang jelas, keberhasilan pengelolaan arsip digital juga memerlukan penguatan organisasi kearsipan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur yang andal, serta penerapan sistem metadata dan preservasi digital secara berkelanjutan.
Selain mengikuti sesi workshop, peserta juga terlibat dalam evaluasi program kerja FKMSA Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029. Forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan komunitas kearsipan untuk memperkuat budaya sadar arsip sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pengelolaan arsip digital yang terintegrasi di Jawa Timur.
Keikutsertaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi tata kelola arsip digital di lingkungan kampus, sekaligus mendukung transformasi layanan administrasi yang semakin efektif, akuntabel, dan berbasis teknologi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum ini juga menjadi bekal penting bagi Program Studi S1 Perpustakaan dan Sains Informasi dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang perpustakaan, informasi, dan kearsipan yang relevan dengan kebutuhan era digital.





