LIS-UIN Malang – menindak lanjuti hasil diskusi antara Prodi Perpustakaan UIN Maliki dengan UIN Satu yang telah dilakukan sebelumnya, akhirnya pada hari Juma’at 18 November 2022 kegiatan Diskusi ASDIP-PTKI Part #6: Langkah Strategis dan Inovasi Pengembangan Ilmu Perpustakaan & Informasi diselenggarakan. Acara diskusi dilakukan via zoom dengan pemateri bapak Hendro Wicaksono, M. Hum, di mana beliau merupakan seorang praktisi di bidang perpustakaan dan juga sebagai staf pengajar Manajemen Rekod di Universitas Indonesia dan peserta terdiri dari kalangan dosen Ilmu perpustakaan khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Sebagaimana disebutkan bahwa tema yang di usung dalam diskusi ASDIP-PTKI Part #6 ini adalah “Langkah Strategis dan Inovasi Pengembangan Ilmu Perpustakaan & Informasi”, bapak Hendro Wicaksono selaku pemateri memberikan materi yang sangat berkaitan dan bahkan menjadi trend terkini dalam profesional pustakawan kedepannya yaitu dengan topik judul “Menggagas Pustakawan Sistem: berbasis SKKNI dan KKNI”. Tema ini mungkin cukup sedikit unik bahkan cukup asing dikalangan para akademisi maupun praktisi bidang perpustakaan apalagi ketika kita mendengar istilah “Pustakawan Sistem” atau jika di terjemahkan “System Librarian”. Sebenarnya berbicara mengenai pustakawan sistem ini sendiri sudah menjadi populer sejak awal tahun 2000 an. Istilah pustakawan sistem ini secara garis besar berdasar dari pemaparan beliau adalah seorang profesional pustakawan yang memang dia fokus menangani bagian siste informasi di perpustakaan, artinya ada kompetensi spesial dari seorang pustakawan sistem yaitu terkait dengan pemahamannya mengenai TI. Ketika berbicara mengenai pustakawan sistem sendiri tentunya bukan hanya berdasarkan pada pengalaman beliau, namun juga berkaitan dengan apa yang terdapat didalam SKKNI No 236 tahun 2019 maupun KKNI No. 2 tahun 2021.

Topik pembahasan ini penting untuk dikaji dalam pengembangan keilmuan Ilmu Perpustakaan & Informasi, karena beliau juga berdasar pada perkembangan yang ada bahwa pustakawan di era saat ini perlu untuk memiliki keterampilan seperti kemampuan beradap tasi terhadap perubahan atau adaptif, keluwesan didalam bekerja, kemampuan didalam melakukan tugas ganda, dan juga harus memiliki daya kreativitas yang dinamis. Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa mau tidak mau suka tidak suka ketika berbicara perpustakaan dan pengelolaannya kedepannya bahwa seorang profesional pustakawan harus memiliki kompetensi-kompetensi tersebut yang secara utama yaitu melek akan perkembangan teknologi.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dapat dilihat dari antusiasme peserta baik dari kalangan dosen maupun praktisi pustakawan yang mengikuti acara. Banyak peserta yang memberikan tanggapan maupun pertanyaan terkait pembahasan tersebut. Serta secara kesimpulan semua menyepakati baik dari kalangan akademisi dosen ilmu perpustakaan maupun kalangan praktisi pustakawan bahwa kompetensi TIK pada pustakawan merupakan aspek yang penting dari keberhasilan penyelenggaraan perpustakaan kedepannya. (Niz)