MIU Login

Pelatihan Publikasi Ilmiah: Berbagi Strategi Lolos Jurnal Internasional Bereputasi

Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, menggelar pelatihan publikasi ilmiah yang menghadirkan Dr. Ir. Yunifa Miftachul Arif, S.ST., M.T., SMIEEE sebagai narasumber. Kegiatan ini berlangsung hangat dan interaktif, dengan fokus utama membantu mahasiswa dan akademisi memahami strategi agar artikel ilmiah dapat menembus jurnal internasional bereputasi seperti Scopus.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Yunifa mengajak peserta untuk melihat penulisan artikel ilmiah bukan sekadar memenuhi struktur, tetapi sebagai cara menyampaikan gagasan yang kuat dan bermakna. Beliau menekankan pentingnya bagian introduction sebagai “pintu masuk” utama sebuah artikel. Di bagian ini, penulis perlu menunjukkan research gap secara jelas—apakah ada keterbatasan pada penelitian sebelumnya, variabel yang belum banyak dikaji, atau bahkan hasil penelitian yang saling bertentangan.

Menurutnya, novelty atau kebaruan tidak selalu harus sesuatu yang sepenuhnya baru. “Bisa saja objeknya sama, tapi metodenya berbeda. Atau objeknya berbeda dengan pendekatan yang sudah ada. Bahkan pengembangan dari metode sebelumnya juga bisa menjadi nilai tambah,” jelasnya.

Suasana semakin hidup ketika pembahasan beralih ke proses revisi artikel. Dr. Yunifa mengingatkan bahwa menghadapi reviewer bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Sebaliknya, reviewer perlu dipahami cara berpikirnya. “Coba lihat dari sudut pandang mereka. Apakah masalah yang kita angkat sudah jelas? Apakah kebaruannya benar-benar terlihat? Metodenya sudah cukup kuat? Dan apakah hasilnya memang layak untuk dipublikasikan?” ungkapnya.

Beliau juga menyoroti peran editor yang akan menilai kesesuaian topik dengan scope jurnal sejak tahap awal. Banyak artikel ditolak bukan karena buruk, tetapi karena tidak sesuai dengan fokus jurnal yang dituju. Oleh karena itu, memahami karakter jurnal menjadi langkah penting sebelum mengirimkan naskah.

Dalam sesi ini, peserta juga diajak mengenali kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Penulisan yang terlalu deskriptif tanpa analisis kritis, serta klaim kebaruan yang berlebihan tanpa bukti, menjadi hal yang perlu dihindari. Dr. Yunifa mencontohkan bahwa menyajikan hasil penelitian tidak cukup hanya berupa angka. “Jangan berhenti di angka. Jelaskan maknanya. Apa arti dari hasil itu bagi perkembangan ilmu?” tegasnya.

Selain itu, peserta diingatkan untuk tidak terlalu menonjolkan aspek lokal dalam penulisan, serta lebih fokus pada kontribusi ilmiah yang dapat dipahami secara luas. Pada bagian diskusi, penting untuk mengaitkan hasil penelitian dengan studi sebelumnya, sekaligus menunjukkan keunggulan pendekatan yang digunakan.

Pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus motivasi bagi peserta untuk lebih percaya diri dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. Kegiatan ditutup dengan ajakan yang menginspirasi, “Mari bersama-sama meningkatkan kualitas karya ilmiah dan kontribusi kita untuk dunia akademik.”-gcp-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait