MIU Login

Seminar Nasional: Masa Depan Profesi Informasi di Tengah Revolusi Kecerdasan Buatan

LIS UIN Maliki Malang — (25/10/2025) Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa PSI menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Masa Depan Profesi Informasi di Tengah Gempuran Revolusi Kecerdasan Buatan.” Kegiatan berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB di Auditorium Gedung D, Kampus 1 UIN Malang, dengan format hybrid (tatap muka dan daring). Hadir sebagai narasumber Agus Santoso, S.Sos., M.Med.Kom. Kepala Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta Dedy Dwi Putra, M.Hum. sebagai moderator.

Latar belakang diselenggarakan kegiatan seminar nasional ini sebagaimana diketahui bersama bahwa percepatan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi. Dampaknya dari hal tersebut tentunya telah dirasakan oleh profesi pustakawan, arsiparis, analis data, dokumentalis, dan profesional informasi lainnya yang kini dituntut untuk beradaptasi sekaligus memanfaatkan peluang AI guna meningkatkan efisiensi, inovasi, dan kualitas layanan.

Pada sesi inti, narasumber memaparkan lanskap transformasi profesi informasi di era AI: mulai otomasi pengolahan data, analisis prediktif, hingga layanan personalisasi. Disorot pula pentingnya keselarasan kebijakan institusi dengan perkembangan teknologi, termasuk alih media dari dokumen tercetak ke digital yang andal dan mudah ditelusuri. Dari perspektif kearsipan, dibahas isu-isu krusial seperti keamanan dan privasi data, perlindungan hak cipta serta etika informasi, dan ketahanan data digital mencakup risiko kebocoran, manipulasi, dan kehilangan data—yang menuntut hadirnya kebijakan, regulasi, dan standar etika yang kuat agar penerapan AI berjalan aman dan bertanggung jawab.

Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan mengemuka dari peluang pengembangan karier pada ekosistem informasi berbasis AI, kebutuhan literasi AI dan kompetensi digital, hingga praktik terbaik menjaga etika dan kepatuhan data. Narasumber menegaskan bahwa AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat produktivitas, bukan ancaman, sepanjang didukung oleh peningkatan hard skill, soft skill, dan sikap profesional yang selaras dengan tuntutan industri.

Kegiatan diikuti 85 peserta, terdiri atas mahasiswa PSI, dosen, peserta lintas program studi dan kampus, serta perwakilan pelajar SMA. Rangkaian acara dimulai dari registrasi, pembukaan dan menyanyikan Indonesia Raya, sambutan pimpinan program studi, pengantar moderator, penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan ditutup pada pukul 12.00 WIB.

Melalui seminar ini, PSI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan inovatif. Harapannya, hasil diskusi menjadi pijakan strategis bagi penguatan kurikulum, riset terapan, dan layanan informasi yang relevan dengan tuntutan era kecerdasan buatan, sekaligus memastikan profesi informasi tetap eksis, penting, dan berdaya saing. (Niz)

Berita Terkait