LIS-UIN Malang (31/07/2025) – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tajuk Community Development Program (CPD) 2025. Kegiatan pengabdian pada tahun ini dilakukan di SMA Ar Rohmah Putri Islamic Boarding School Malang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi informasi siswi kelas XI yang tengah mengerjakan proyek penulisan jurnal ilmiah.

Sebanyak 179 siswi dalam 4 ruang kelas XI SMA Ar Rohmah Putri mengikuti kegiatan pendampingan intensif yang diberikan dosen dan mahasiswa LIS UIN Malang. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai penggunaan metode Boolean. Siswa juga diajarkan bagaimana cara mendapatkan literatur ilmiah dari beberapa sumber, baik berbasis nasional maupun internasional, seperti Google Scholar, SINTA, E-Resources Perpusnas, Scopus, hingga Taylor & Francis. Para siswi kemudian mempraktekkan pencarian dan pengutipan tulisan berdasarkan topik masing-masing kelompok penelitian.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini berlangsung dengan lancar serta mendapat sambutan yang positif dari Kepala SMA Ar Rohmah Putri, Widi Rahayu, M. Si. Ia menilai bahwa literasi informasi merupakan ketermapilan yang harus dimiliki oleh siswi sejak dini.
“Salah satu profil lulusan kami adalah siap menjadi mahasiswa. Maka dari itu, kemampuan untuk mengakses dan menulis jurnal harus mulai dilatih sejak SMA. Selain agar para siswi terbiasa, mereka juga bisa mendapatkan prestasi,” ujar Widi.
Program penulisan jurnal ini telah diterapkan oleh SMA Ar Rohmah Putri sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan. Topik penelitian yang diambil para siswi mengacu pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Penulisan artikel jurnal ini dilakukan selama satu semester penuh melalui tahapan bimbingan dengan wali kelas. Di semester selanjutnya hasil tulisan para siswi akan dipresentasikan pada gelar karya di hadapan guru dan orang tua.
Widi juga menambahkan bahwa dengan adanya program pengabdian oleh LIS UIN Malang membuat para siswi mendapat ilmu baru dan semakin terarah untuk mengerjakan proyek penulisannya.
“Meskipun kegiatan ini memotong jadwal pelajaran mereka, tapi saya senang karena kegiatan ini memang sangat dibutuhkan siswi di awal-awal pembelajaran. Toh juga tidak setiap hari. Mereka dapat ilmu baru dan dapat melanjutkan proyek penulisan jurnalnya dengan lebih terstruktur,” tambah Widi. (Puri)





