Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pola membaca, termasuk di kalangan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebagai calon pengelola informasi dan pustakawan profesional, mahasiswa di bidang ini dituntut tidak hanya memiliki minat baca yang tinggi, tetapi juga kemampuan literasi digital yang kuat.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa budaya baca di era digital menghadapi berbagai tantangan. Banyak mahasiswa kini lebih terbiasa mengakses informasi secara cepat melalui media sosial dibandingkan membaca buku atau jurnal ilmiah secara mendalam. Konten singkat yang mudah dikonsumsi sering kali mengurangi minat untuk membaca sumber yang lebih panjang dan kompleks, seperti buku referensi atau artikel ilmiah.
Selain itu, banjir informasi di dunia digital juga menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa harus mampu memilah informasi yang kredibel dan relevan, terutama dalam menunjang kegiatan akademik. Tanpa kemampuan literasi informasi yang baik, risiko kesalahan dalam memahami atau menggunakan informasi menjadi semakin besar.
Meski demikian, era digital juga membuka peluang yang sangat luas. Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi memiliki akses ke berbagai sumber digital seperti e-book, e-journal, dan repositori institusi yang dapat menunjang pembelajaran. Platform digital juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan inovasi dalam layanan informasi, seperti perpustakaan digital dan sistem manajemen pengetahuan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa solusi dapat diterapkan. Pertama, mahasiswa perlu membangun kebiasaan membaca secara konsisten, baik melalui media cetak maupun digital. Kedua, penguatan literasi informasi menjadi hal yang sangat penting, termasuk kemampuan mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Ketiga, pemanfaatan teknologi harus diarahkan pada kegiatan yang produktif, seperti mengakses jurnal ilmiah, mengikuti webinar, dan menggunakan aplikasi manajemen referensi.
Di sisi lain, peran kampus juga tidak kalah penting. Melalui kurikulum, dosen dapat mendorong mahasiswa untuk aktif membaca dan mengkaji berbagai sumber ilmiah. Selain itu, fasilitas seperti perpustakaan kampus dan akses database digital perlu terus ditingkatkan agar mendukung kebutuhan akademik mahasiswa.
Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi, mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya baca yang kuat di era digital.





