Upaya meningkatkan kualitas literasi informasi terus dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi Tahun 2026. Kegiatan ini resmi digelar pada Senin (4/5/2026) dan menjadi bagian dari program yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Bimtek ini diikuti oleh 100 peserta pada setiap gelombang, yang terdiri dari pustakawan, tenaga pendidik, serta pegiat literasi dari berbagai daerah. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam tiga tahap, dengan salah satu tahap berlangsung pada 4–5 Mei 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola serta mengembangkan literasi informasi di lingkungan masing-masing. Peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan literasi sehari-hari.
Salah satu narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dedy Dwi Putra, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya literasi informasi sebagai kemampuan dasar di era digital. Menurutnya, literasi informasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencari informasi, tetapi juga mencakup keterampilan dalam mengevaluasi, mengelola, dan memanfaatkannya secara bijak.
“Di tengah arus informasi yang sangat cepat, kemampuan memilah dan memahami informasi menjadi kunci. Pustakawan dan guru memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi interaktif serta berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta terkait praktik literasi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pustakawan, guru, dan pegiat literasi mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan budaya literasi informasi di masyarakat. Bimtek ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung penguatan literasi nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.





