Peringatan Hari Puisi Nasional menjadi momentum penting untuk mengapresiasi karya sastra sebagai bagian dari perkembangan literasi di Indonesia. Puisi tidak hanya dipandang sebagai bentuk seni, tetapi juga sebagai media ekspresi yang mampu merekam gagasan, emosi, serta realitas sosial dalam bahasa yang padat dan bermakna. Dalam perspektif keilmuan perpustakaan dan sains informasi, puisi menjadi bagian dari khazanah pengetahuan yang perlu dikelola, dilestarikan, dan disebarluaskan kepada masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, eksistensi puisi mengalami transformasi dari bentuk konvensional ke format digital. Karya-karya puisi kini dapat diakses melalui berbagai platform digital, sehingga memperluas jangkauan pembaca dan memungkinkan interaksi yang lebih dinamis antara penulis dan audiens. Hal ini menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan informasi ilmiah, tetapi juga mencakup literasi budaya dan sastra sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Dalam perspektif perpustakaan, pengelolaan karya sastra seperti puisi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan intelektual dan budaya. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis dalam mengelola koleksi, tetapi juga didorong untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap karya, serta perannya dalam membangun kesadaran kritis dan apresiasi terhadap budaya literasi.
Peringatan Hari Puisi Nasional tidak hanya menjadi ajang refleksi terhadap karya sastra, tetapi juga penguatan komitmen untuk terus mengembangkan literasi dalam berbagai bentuk. Melalui pengelolaan dan pemanfaatan informasi yang beragam, termasuk karya sastra, diharapkan tercipta masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara kultural di era digital.





